Sekilas Teentang Keaksaraan dan Kesetaraan

Pendidikan keaksaraan adalah salah satu bentuk layanan pendidikan non formal atau pendidikan luar sekolah bagi warga masyarakat yang belum dapat membaca, menulis dan berhitung. Tujuan pendidikan keaksaraan :
  • Membuka wawasan mencari sumber sumber kehidupan.
  • Melaksanakan kehidupan sehari hari secara efektif dan efisien.
  • Mengunjungi dan belajar pada lembaga pendidikan yang di perlukan.
  • Memecahkan masalah keaksaraan dalam kehidupannya sehari hari.
  • Menggali dan mempelajari pengetahuan, ketrampilan dan sikap pembaharuan untuk meningkatkan mutu taraf hidupnya serta ikut berpartisipasi dalam pembangunan.
Pendidikan kesetaraan merupakan salah satu pendidikan non formal yang mencakup program paket A setara SD, paket B setara SMP, paket C, setara SMA. Program ini penekanan nya pada penguasaan pengetahuan, ketrampilan fungsional, serta pengembangan sikap dan kepribadian professional peserta didik. Direktorat Kesetaraan Dirjen PNFI memberikan kebijaksanaan bahwa ada 3 spektrum yang perlu dilaksanakan yaitu spektrum KMA (Kesetaraan Murni Akademik), KIV (Kesetaraan Integrasi Vokasi) dan KMV (Kesetaraan Murni Vokasi), ketiga spektrum tersebut diharapkan dapat dilaksanakan untuk menjawab perubahan dan perkembangan jaman saat ini. Pendidikan kesetaraan memberikan tempat dan melayani pendidikan bagi masyarakat yang kurang mampu, anak DO, tidak pernah sekolah, putus sekolah dan putus lanjut, serta usia produktif yang ingin meningkatkan pengetahuan dan kecakapan hidup, warga masyarakat lain yang membutuhkan layanan khusus dalam memenuhi kebutuhan hidupnyasebagai dampak dari perubahan peningkatan taraf hidup, ilmu pengetahuan dan teknologi. Pendidikan kesetaraan (setara), definisi setara adalah sepadan dalam civil effect, ukuran, pengaruh, fungsi dan kedudukan. “Hasil pendidikan non formal dapat dihargai setara dengan hasil pendidikan formal setelah melalui proses penilaian penyetaraan oleh lembaga yang di tunjuk oleh pemerintah daerah dengan mengacu pada standar Nasional pendidikan”. petikan tersebut di atas terdapat dalam UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional, pasal 26 ayat 6. Petikan tersebut meperkuat bahwa hasil pendidikan kesetaraan sepadan dengan pendidikan formal.