Pemberdayaan Perempuan

E.Direktur Komunitas Berdaya Indonesia Dr. Ir Lely Wahyuniar, M.Sc sedang memperlihatkan hasil karya siswa Pelatihan Ketrampilan Decoupage.

TUJUAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN

  • Melahirkan perempaun perempuan yang cerdas dalam berbagai sektor kehidupan.
  • Mencerdaskan perempuan Indonesia.
  • Menjadikan perempuan sebagai laboratorium hidup yang multitalenta dalam mengaplikasikan kehidupan ini.
  • Memandirikan perempuan secara moril dan materil agar mampu berbagi peran dengan laki laki sebagai partner kehidupan nya.
  • Memberikan pemahaman akan peran dan fungsi perempuan di ruang domestik dan publik.

WAKTU, TEMPAT DAN JENIS PEMBERDAYAAN

WAKTU: Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua minggu sekali per bulan.

TEMPAT: Kegiatan ini dilaksanakan di Sekretariat Komunitas Berdaya Indonesia yang beralamat di Jalan Audio No 45. Komplek TVRI, Grogol Utara, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

JENIS PEMBERDAYAAN

  1. Pelatihan
  2. Workshop
  3. FGD

RESPON LINGKUNGAN

Untuk membentuk sebuah komunitas yang baik, lingkungan sangatlah berperan penting. Lingkungan yang baik akan melahirkan masyarakat yang baik. Masyarakat yang baik tercipta dari keluarga yang baik pula. Begitu juga keluarga yang baik adalah hasil dari ibu yang baik. Intinya perempuan adalah madrasah pertama yang membangun peradaban bangsa.

Banyak hal yang telah di lakukan oleh Komunitas Berdaya Indonesia dalam membedayakan khususnya perempuan Indonesia. Dalam hal ini, semua kegiatan yang dilakukan mendapat kan respon yang positif dari masyarakat. Masyarakat menginginkan perubahan. Yaitu massif nya pelatihan pelatihan yang berbentuk voctional training agar mendorong mereka untuk menumbuhkan skill yang bermanfaat bagi kehidupan mereka dan dalam pengaplikasian nya ke dalam kehidupan berumah tangga yang mereka jalani.

Ada beberapa jenis pemberdayaan yang di lakukan oleh Komunitas Berdaya Indonesia yang ke semuanya itu bersifat affirmatif action. Yaitu tindakan sementara yang membutuhkan proses yang berkelanjutan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Workshop demi workshop dan pelatihan demi pelatihan dilakukan. Semua nya adalah untuk memberikan pembelajaran yang baik bagi perempuan Indonesia. Contohnya seperti pelatihan kepemimpinan politik perempuan yang menghadirkan para pemateri pemateri yang sangat luar biasa seperti Prof. Dr. R. Siti Zuhro (Pengamat Politik Senior), Lena Maryana Mukti (Anggota DPR RI), Dra. Euis Fatayati (Kabid Perempuan DPP PAN). Kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang di sangat besar dalam sejarah KBI berdiri. Dengan peserta dari berbagai lintas profesi,dan daerah yang hadir untuk mendapatkan ilmu dari program pemberdayaan ini. Ini juga berarti bahwa forum pendidikan politik perempuan telah di buka lebar dalam masa glibalisasi ini. Perempuan di berikan kesempatan untuk berkarir bukan saja di dunia domestik, melainkan juga publik.